1. Fingerprint Test mengukur tentang kecerdasan, akurasinya dapat diidentifikasi dengan melakukan observasi gejala perilaku selama konsultasi atau gejala yang bisa diidentifikasi oleh orang tua atau diri individu.
2. Fingerprint Test dapat mengidentifikasi karakter, yaitu tentang bagaimana individu dalam berinteraksi, dalam berbicara, dalam belajar suatu ketrampilan, dalam berpikir dll. Bukan hanya sekedar gejala yang menunjukkan tentang kecerdasannya.
3. Fingerprint Test dan sejarahnya, dimana sifat sidik jari yang tetap tidak berubah dan penemuan dibidang neurologi dimana ada hubungan antara Nerve Growth Factor (NGF) dan Epidermal Growth Factor (EGP) sehingga mengundang para peneliti perilaku untuk mengidentifikasi tentang karakter bawaan seseorang yang tidak berubah.
4. Fingeprint test dan perbedaannya dengan psikotes. Informasi yang didapat melalui fingerprint test sesungguhnya berdasar atas penelitian dengan menggunakan psikotes. Setelah diketahui tentang tingkat kecerdasan individu kemudian dilakukan pengukuran atas sudut sidik jari dan jarak antar sidik jari. Setelah itu dilakukan pengecekan ulang dengan gejala perilaku yang nampak bila individu memiliki kecerdasan yang tinggi.
5. Fingerprint test, tips bagaimana memilih fingerprint test. Wajar timbul banyak jasa yang menawarkan test ini. Hal ini dikarenakan program yang digunakan berbasis teknologi. Sebaiknya anda tes sidik jari kepada analyst fingerprint karena dia memahami dan bisa membaca karakter anda tanpa melalui program fingerprint test sebagai bukti akurasi test yang digunakan. Bila anda tidak dilayani oleh analyst fingerprint maka bisa jadi ada teknis pengambilan sidik jari yang kurang tepat.
6. Fingerprint test mengidentifikasi pola belajar. Dimana individu dapat mengukur akurasinya dengan gejala pola belajar yang disampaikan oleh psikolog ketika melakukan konsultasi hasil tes. Tentunya seorang auditory learner memiliki gejala pola belajar yang berbeda dengan visual maupun sensory learner. Memahami gejala ini dapat menjadi suatu bukti akurasi fingerprint test dalam mengidentifikasi gaya dan tipe belajar dapat dikatakan memiliki akurasi yang tinggi.
7. Fingerprint test memberikan informasi penting untuk pengembangan individu. Hati-hati dalam memilih fingerprint test karena banyak juga yang mengandalkan jumlah lembar dalam laporan tetapi informasi yang diberikan merupakan copy paste dari ranking kecerdasan individu.
8. Fingerprint test mengungkap multiple intelligence. Mengapa bukan delapan kecerdasan tetapi 10 kecerdasan. Penjelasan tentang informasi ini dapat anda baca lebih detail. Dasar 10 kecerdasan karena pelaksanaan test dengan menggunakan 10 sidik jari individu. Penetapan 8 kecerdasan karena gejala perilaku yang ditampakkan individu dalam melakukan aktifitasnya.
Memang banyak jasa yang menawarkan fingerprint test yang berkembang. Sesungguhnya anda bisa menanyakan langsung tentang akurasi fingerprint test pada pemberi jasa layanan fingerprint.Bila anda dilayani oleh analyst fingerprint maka anda dapat langsung menunjukkan sidik jari anda untuk dilihat, kemudian analyst memberikan gambaran karakter tentang diri anda. Bila anda merasa memang seperti itu gambarannya maka anda dapat menilai sendiri akurasinya
Bila alasan yang diberikan adalah bahwa sidik jari tidak berubah maka alat bantu ini akurat dalam mengidentifikasi atau bila pertanyaan anda dijawab dengan membandingkan alat ini dengan psikotes maka sesungguhnya anda sudah dibelokkan arah pertanyaannya. Karena semua jasa yang menawarkan fingerprint tes melakukan tindakan demikian bila ditanya tentang akurasi alat bantunya.
Semua fingerprint test menyajikan informasi tentang potensi kecerdasan yang disampaikan dalam bentuk ranking kecerdasan. Ranking tertinggi menunjukkan bakat individu.
Semua fingerprint test menyajikan data Learning Type yang berisi informasi tentang optimalisasi belajar individu. Ada individu yang lebih baik belajar dengan cara visual, auditory atau sensory/kinestetik. Petunjuk ini sangat berguna bagi orang tua dalam membimbing anak belajar.
Semua fingerprint test menyajikan Informasi tentang dominasi otak. Sesungguhnya informasi dominasi ini juga bisa diungkap melalui gerakkan atau tindakan individu ketika duduk, berenang,terima telpon, menyelesaikan masalah dan lain-lain.
Semua fingerprint test menyajikan informasi Education and Occupational Suggestion yang dibutuhkan orang tua didalam mengarahkan karir anak dimasa depan. Tentunya informasi yang lebih penting bagi orang tua adalah bagaimana saran tersebut dibuat. Dengan memahami ini maka orang tua dapat membantu anak dalam menentukan pilihan karir anak dengan cross analysis inteligence. Karena tidak semua pilihan karir disajikan dalam laporan tes. Bila laporan tes menyajikan informasi yang lebih detail maka pilihan karir anak dapat menjadi lebih spesifik lagi ( dokter anak, dokter bedah, dokter anastesi dll.).
Tidak semua fingerprint test menyajikan data learning style, suatu informasi tentang bagaimana orang tua membimbing anak dalam belajar. Ada anak yang perasa (afektif learner), terhadap anak yang demikian tentunya sikap orang tua tidak menyinggung perasaan si anak ketika memberikan perintah belajar pada anaknya. Anak dengan gaya belajar demikian lebih baik dengan mengajaknya belajar. Menyuruh dan mengajak belajar sesuatu yang berbeda. Anak ini juga jauh lebih efektif bila belajar dengan cara berkomunikasi.
Tidak semua fingerprint test menyajikan data mengenai karakter dari masing-masing kecerdasan. Informasi karakter membantu orang tua untuk bisa memahami anak tahu bagaimana mengembangkannya. Informasi karakter juga memberikan sinyal pada orang tua tentang adanya penyimpangan pengembangan pada diri anak. Anak dengan karakter mudah bosan cenderung banyak keinginannya. Bila ia bersikap manis dan menyatakan “terserah mama” maka ada faktor dari lingkungan yang berpengaruh sehingga karakter asli anak tidak berkembang. Sesungguhnya anak yang demikian adalah anak yang memiliki kemampuan melakukan self motivation dan cenderung menjadi pengusaha serta marketer yang handal.
Tidak semua fingerprint test memberikan informasi tentang leadership style. Seorang humanist leader jauh lebih efektif manakala ia menguasai peraturan dan prosedur kerja diperusahaan. Ia cenderung lebih memfokuskan pada penyimpangan peraturan dibandingkan ia harus menegur orang yang melakukan pelanggaran dengan menyampaikan bahwa ia kurang setuju, marah, atau jengkel dengan tindakan tersebut.
Tidak semua fingerprint test memberikan informasi tentang working atribut. Suatu informasi tentang kecenderungan individu ketika berada dalam situasi kerja. Ada individu yang cenderung mengakses banyak informasi untuk melakukan tindakan. Mereka cenderung untuk terus mencari penguatan atas sasaran tindakan yang perlu diambilnya. Individu ini perlu belajar untuk time management sehingga pekerjaannya tidak tertunda dan dapat segera mengambil keputusan.
Tidak semua fingerprint test memberikan informasi tentang spending style dan kondisi dimana ia tetap tahan terhadap stress. Dengan memahami pola belanja maka kita dapat mengetahui tentang bagaimana mengelola keuangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar